Psikologis Anak

Sering Memuji Anak Berlebihan? Ini Dia Dampak Buruk yang Ditimbulkan

Time to read: 4 menit

Memberikan apresiasi kepada anak setelah ia berhasil melakukan sesuatu adalah hal yang baik. Anak akan merasa senang dan bahagia karena hasil usahanya dihargai dengan mendapat pujian.

Sebagian orang tua mempercayai, bahwa dengan memberikan pujian dapat meningkatkan kepercayaan diri anak juga sebagai salah satu bentuk dukungan. Sebagian orang tua lainnya juga percaya bahwa memuji anak secara berlebih atau tidak sesuai porsinya bisa berpengaruh pada karakter dan sikapnya kelak.

Memangnya, dampak buruk seperti apa sih yang ditimbulkan bila anak sering dipuji berlebihan?

Anak yang sering dipuji berlebihan, ketika dewasa bisa memiliki sifat narsistik dan besar kepala. Hal ini akan membuatnya merasa dominan dan superior dibanding teman-teman lainnya. Mengatakan pujian yang terlalu tinggi pada anak yang tidak sesuai dengan realitanya meskipun orang tua tau anak mereka tidak sehebat itu dapat menimbulkan dampak buruk, seperti:

1. Anak merasa dimanipulasi

Karena sering mendapat pujian, anak jadi memiliki mindset kalau ia berhasil melakukan sesuatu pastilah nanti akan mendapat pujian. Kedepannya, anak bisa saja mengharapkan pujian bukan hanya dari Moms bahkan dari orang lain juga lho. Ketika anak sudah memiliki mindset seperti ini, dua kemungkinannya, anak bisa menjadi anak yang arogan atau jadi kurang percaya diri karena tidak ada orang lain yang memujinya.

2. Anak takut melakukan kesalahan

Kebiasaan orang tua yang suka memberikan pujian berlebihan, terkadang membuat anak merasa tertekan. Sebisa mungkin ia harus melakukan sesuatu dengan baik dan sempurna, tidak boleh sampai gagal.

Karena ketika ia gagal melakukan sesuatu dengan baik, maka hal ini akan membuatnya putus asa dan berkecil hati sehingga sulit untuk bangkit dan percaya diri lagi. Anak jadi memiliki kecenderungan untuk menghindari resiko dan lebih nyaman bermain di zona amannya saja.

3. Anak jadi haus akan pujian

Cara apapun akan dilakukan anak demi mendapatkan pujian. Anak tidak lagi melakukan kegiatan karena ia menyukainya atau menyelesaikan kewajibannya, melainkan tujuan dari segala kegiatannya adalah untuk mendapat pujian saja. Hati-hati, anak bisa saja menjadi stress ketika ia tidak lagi mendapat pujian dari Moms.

Memuji anak dengan menonjolkan kemampuan akademis maupun kondisi fisik anak sebenarnya sah-sah saja dilakukan. Jangan karena takut memuji anak berlebihan Moms malah terkesan cuek tidak memujinya sama sekali.

Kira-kira, bagaimana caranya agar memberikan pujian pada anak tanpa terkesan berlebihan?

1. Gunakan standar yang jelas

Berikan pujian dengan tepat, jangan dilebih-lebihkan, realistis saja. Ketika memuji, gunakan standar yang jelas agar anak tidak salah paham, misalnya, “Kamu aneh deh kalau pakai rok begitu, mending pakai celana aja. Ayo cepat ganti, kamu gak cocok pakai itu”

Pujian seperti itu hanya akan membuat anak berpikir bahwa ia tidak cantik ketika memakai rok. Rok akan menjadi pakaian yang akan paling ia hindari. Daripada mengatakan hal seperti itu, lebih baik Moms mengubah pujian tersebut dengan standar yang jelas, seperti, “Bajumu kan agak panjang, lebih baik pakai celana saja untuk bawahan agar terlihat lebih manis. Gimana, jadi lebih cocok kan?”

2. Jangan puji anaknya, tapi puji perilakunya

Mengatakan bahwa anak anak yang hebat dan pintar akan memberatkannya. Pasalnya ketika ia tidak lagi menjadi hebat dan pintar ia akan merasa khawatir.

“Kamu kan anak pintar, masa makan sendiri gak bisa?”. Pujian seperti ini tidak membuat anak bisa makan sendiri. Tapi mau tidak mau ia harus bisa karena ia berpatokan pada kata “Aku anak pintar harus bisa makan sendiri”. Ubah perkataan seperti itu menjadi, “Wah, hari ini kamu bisa makan sendiri, bagus sekali, nak!

3. Puji anak dengan tulus

Membujuk anak dengan pujian berlebihan agar mau melakukan sesuatu bukanlah pujian yang tulus. Seperti contoh, anak tidak suka pakai dress, lau Moms memberikan pujian agar ia mau.

“Kamu pakai dress ini saja, kamu jadi tambah cantik lho kalau pakai ini, coba deh ngaca. Tuh kan benar, jadi makin cantik”.

Sebagai orangtua, Moms pasti bangga ketika anak berprestasi atau berperilaku baik. Namun, sebaiknya dalam memberikan pujian haruslah bijak. Jangan sampai pujian yang diberikan menjadi boomerang pada suatu hari nanti.

Nannycare.id adalah yayasan pengasuh anak terbaik di Indonesia. Terdapat 3 layanan dari nannycare yaitu : Nanny, Governess, Newborn Care. Pemesanan Cepat, Harga terbaik tanpa admin dan Garansi tak terbatas. Hubungi sekarang.

Postingan Lainnya

5 Langkah Menghadapi Anak Yang Suka Berkata Kasar

Ketika Si Kecil bicara kasar, tentu Moms penasaran bukan? Dari mana ia mendapatkan kata-kata tersebut dan dari siapa ia belajar bicara seperti itu? Sebagai orang tua, Moms tidak boleh membiarkan hal ini terlalu lama. Sebagai orang tua, Moms harus tegas dalam meluruskan perilakunya dan tidak boleh menganggap remeh hal tersebut.

Manfaat Suka Memelihara Hewan Bagi Anak

Beberapa orang tua sering berpikiran bahwa memelihara binatang itu merepotkan bahkan tidak baik bagi kesehatan dan pertumbuhan Si Kecil. Namun dibalik semua ketakutan itu, memelihara hewan dirumah ternyata memiliki banyak manfaat lho Moms. Apa saja manfaatnya? Yuk, cari tau lengkapnya disini!

Mengenalkan Kebaikan Di Bulan Ramadhan Kepada Anak

Bulan Ramadhan bukan hanya sekedar mengajarkan pada Si Kecil soal menahan lapar dan haus dari pagi hingga petang. Masih banyak hal baik yang bisa dilakukan di bulan penuh berkah dan ampunan ini. Maka dari itu, yuk Moms, mulai ajarkan kebaikan pada Si Kecil dimulai dengan hal-hal sederhana berikut ini.

Anak-Anak Sering Tergoda Saat Berpuasa? Lakukan 5 Cara Ini

Umumnya, anak usia sekolah sudah mulai diajarkan berpuasa oleh orang tuanya. Tapi karena masih pemula, anak-anak sering mengeluh lapar dan haus saat siang hari. Hal ini sebenarnya wajar saja terjadi, namanya juga masih anak-anak. Namun, bukan berarti orang tua tidak bisa menyiasati agar anak kuat berpuasa. Simak 5 tips berikut ini agar anak tidak mudah tergoda saat puasa.

Tips Mengajari Anak Berpuasa Pertama Kali

Meskipun anak-anak belum diwajibkan untuk berpuasa, tidak ada salahnya Moms mengajarkannya Si Kecil sejak dini agar nantinya ia siap saat sudah diwajibkan berpuasa. Lalu bagaimana cara mengajarkan Si Kecil berpuasa sejak dini?