Tumbuh Kembang Anak

Usia yang Pas untuk Si Kecil Masuk Sekolah

Time to read: 4 menit

Bertanya soal kapan usia yang pas untuk Si Kecil masuk sekolah, masih membuat beberapa orangtua merasa kebingungan. Apakah seharusnya Si Kecil disekolahkan sejak usia dini atau menunggu sampai ia siap.

Masih banyak orangtua yang beranggapan bahwa menyekolahkan anak sedini mungkin dapat membuat waktu bermain anak jadi lebih bermanfaat. Namun, ada juga yang tidak mendukung hal ini lantaran takut anak menjadi bosan karena masuk sekolah terlalu cepat.

Pada tahun 2019 lalu, Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan menerbitkan aturan mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diantaranya membahas tentang batasan usia masuk Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

Peraturan ini dimuat dalam pasal 4 dan pasal 5 Peraturan Mendikbud Nomor 44 Tahun 2019. Dalam pasal 4 tersebut, dijelaskan bahwa anak baru bisa mendaftar TK pada usia 5 tahun atau paling rendah 4 tahun untuk kelompok A dan anak usia 6 atau paling rendah 7 tahun untuk kelompok B.

Sedangkan pasal 5 membahas mengenai batasan usia anak untuk mendaftar Sekolah Dasar. Terdapat beberapa poin yang dijelaskan dalam pasal tersebut, berikut penjelasannya:

  • 7-12 tahun atau paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan
  • Sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7-12 tahun
  • Anak dengan usia lebih muda boleh mendaftar, dengan usia paling muda yaitu 5 tahun 6 bulan per 1 Juli tahun berjalan, dengan syarat anak yang bersangkutan harus memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan siap secara psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.
  • Jika surat rekomendasi dari psikolog tidak tersedia, diperbolehkan mendapat rekomendasi dari dewan sekolah.

Baca Juga : Merangsang dan Melatih Si Kecil Agar Lancar Berbicara dengan 5 Cara Ini

Tanda Si Kecil siap sekolah

Umumnya, ketika Si Kecil memasuki usia 3-4 tahun, ia mulai menunjukan ketertarikannya ingin pergi ke sekolah karena melihat kerabat dekat atau teman seumurannya sudah sekolah. Saat ini terjadi, dukung penuh keinginannya untuk bersekolah, sambil mengingatkan bahwa di sekolah ia bertanggung jawab untuk menaati aturan di sekolah.

Lalu, apakah Si Kecil sudah siap jika berjauhan dari Moms untuk beberapa waktu? Karena bila sudah mulai masuk sekolah, Si Kecil harus melewatkan beberapa waktunya tanpa Moms. Jika Si Kecil tidak menangis saat ditinggal, maka bisa dibilang ia sudah siap masuk sekolah.

Si Kecil tidak rewel saat ditinggal memang tidak bisa menjadi patokan anak siap sekolah, lebih dari itu, orangtua juga harus memperhatikan 4 aspek lainnya seperti kesiapan fisik, psikologis, emosional dan juga kognitifnya.

1. Kesiapan Fisik

Pastikan perkembangan motorik Si Kecil sudah baik. Pasalnya, di sekolah ia akan mulai belajar menggunakan alat tulis, seperti pensil untuk menulis dan menggambar sederhana dengan crayon tanpa bantuan orang dewasa.

2. Kesiapan Psikologis

Di Sekolah, Si Kecil akan belajar banyak hal. Dibutuhkan konsentrasi supaya kegiatan belajarnya berjalan dengan baik. Anak usia 4 tahun rentang konsentrasinya hanya sekitar 12 menit, pada usia 5 tahun 14 menit. Kemampuan berkonsentrasinya akan bertambah seiring bertambahnya usia.

Jika Si Kecil mudah terdistraksi saat belajar, lari-larian, dan terlihat moody, bukan berarti ia bodoh, nakal atau tidak mau belajar. Karena memang pada usia 4-5 tahun, Si Kecil sulit untuk diam karena tingkat konsentrasinya tidak lama.

3. Kesiapan Emosional

Hal lainnya adalah kesiapan emosional. Si Kecil juga harus memiliki kemampuan untuk tenang dan kemampuan untuk berbicara pada orang dewasa, mengungkapkan keinginannya ketika butuh bantuan, dan paham apa yang harus diperbuat ketika ingin buang air kecil. Pastikan Si Kecil sudah lulus toilet training ya Moms, agar setidaknya ia cukup mandiri di sekolah.

4. Kesiapan Kognitif

Saat masuk sekolah, Si Kecil diharapkan sudah mampu dalam menerima instruksi dan memahaminya. Selain itu, kemampuan seperti membaca, menulis, dan berhitung sederhana juga harus dimiliki oleh Si Kecil.

Baca Juga : Kiat Sukses Potty Training pada Si Kecil Dalam Waktu 3 Hari

Jadi Moms, ketika Si Kecil sudah menunjukan tanda-tanda seperti di atas, tidak apa-apa mendaftarkannya ke sekolah. Namun, jika Si Kecil belum siap, jangan dipaksa. Tapi orang tua juga tidak boleh pasif menunggu sampai anak siap. Moms bisa memulainya dengan cara menciptakan suasana rumah layaknya sekolah.

Ajak ia belajar dengan cara yang menyenangkan, melalui permainan edukatif misalnya untuk menimbulkan keinginan untuk sekolah. Jadilah teman sekaligus guru bagi Si Kecil dirumah, atau bila Moms tidak memiliki banyak waktu untuk mengajari Si Kecil, Moms bisa meminta pengasuh anak atau nanny untuk membantu Si Kecil belajar dirumah.

Butuh bantuan untuk membantu Si Kecil belajar mempersiapkannya masuk sekolah? Hubungi Nanycare.id. Moms bisa dengan mudah mendapatkan pengasuh anak melalui website www.nannycare.id atau hubungi dinomor 081115110805 kapan saja selama 24 jam.

Nannycare.id adalah yayasan pengasuh anak terbaik di Indonesia. Terdapat 3 layanan dari nannycare yaitu : Nanny, Governess, Newborn Care. Pemesanan Cepat, Harga terbaik tanpa admin dan Garansi tak terbatas. Hubungi sekarang.

Postingan Lainnya

5 Langkah Menghadapi Anak Yang Suka Berkata Kasar

Ketika Si Kecil bicara kasar, tentu Moms penasaran bukan? Dari mana ia mendapatkan kata-kata tersebut dan dari siapa ia belajar bicara seperti itu? Sebagai orang tua, Moms tidak boleh membiarkan hal ini terlalu lama. Sebagai orang tua, Moms harus tegas dalam meluruskan perilakunya dan tidak boleh menganggap remeh hal tersebut.

Manfaat Suka Memelihara Hewan Bagi Anak

Beberapa orang tua sering berpikiran bahwa memelihara binatang itu merepotkan bahkan tidak baik bagi kesehatan dan pertumbuhan Si Kecil. Namun dibalik semua ketakutan itu, memelihara hewan dirumah ternyata memiliki banyak manfaat lho Moms. Apa saja manfaatnya? Yuk, cari tau lengkapnya disini!

Mengenalkan Kebaikan Di Bulan Ramadhan Kepada Anak

Bulan Ramadhan bukan hanya sekedar mengajarkan pada Si Kecil soal menahan lapar dan haus dari pagi hingga petang. Masih banyak hal baik yang bisa dilakukan di bulan penuh berkah dan ampunan ini. Maka dari itu, yuk Moms, mulai ajarkan kebaikan pada Si Kecil dimulai dengan hal-hal sederhana berikut ini.

Anak-Anak Sering Tergoda Saat Berpuasa? Lakukan 5 Cara Ini

Umumnya, anak usia sekolah sudah mulai diajarkan berpuasa oleh orang tuanya. Tapi karena masih pemula, anak-anak sering mengeluh lapar dan haus saat siang hari. Hal ini sebenarnya wajar saja terjadi, namanya juga masih anak-anak. Namun, bukan berarti orang tua tidak bisa menyiasati agar anak kuat berpuasa. Simak 5 tips berikut ini agar anak tidak mudah tergoda saat puasa.

Tips Mengajari Anak Berpuasa Pertama Kali

Meskipun anak-anak belum diwajibkan untuk berpuasa, tidak ada salahnya Moms mengajarkannya Si Kecil sejak dini agar nantinya ia siap saat sudah diwajibkan berpuasa. Lalu bagaimana cara mengajarkan Si Kecil berpuasa sejak dini?