Kesehatan Anak

Waspadai Penyebab Obesitas pada Si Kecil dan Cara Mengatasinya

Time to read: 3 menit

“Aduh, gemes banget sih kamu. Liat deh pipinya chubby banget, jadi pengen cubit”

Melihat anak dengan tubuh gemuk memang membuat siapa saja gemas. Pipinya yang chubby dan tangannya yang berlipat-lipat seperti roti sobek membuatnya tambah terlihat menggemaskan.

Namun, hal ini perlu Moms waspadai, karena tubuh anak yang gemuk bisa mengarah pada risiko obesitas. Obesitas tidak mengenal batasan umur, anak-anak sekalipun bisa terkena obesitas. Anak dengan rentang usia 5-12 tahun paling banyak mengalami obesitas.

Sebenarnya faktor penyebab obesitas pada anak belum diketahui secara pasti, namun beberapa penelitian mengungkapkan obesitas dipengaruhi oleh banyak hal.

Mejbah Uddin Bhuiyan, dkk dalam Jurnal BMC Pediatric 2013 yang melakukan penelitian mengenai faktor risiko yang terkait dengan kelebihan berat badan dan obesitas di kalangan anak sekolah perkotaan dan remaja, menemukan 3 faktor yaitu faktor genetic, pola aktivitas fisik dan sedentary activity (aktivitas yang terus-menerus).

Anak yang memiliki setidaknya satu orang tua yang kelebihan berat badan dapat meningkatkan kemungkinan anak mudah gemuk. Selain itu, pola aktivitas seperti banyak menghabiskan waktu didepan televisi dan bermain game 3 sampai 4 jam sehari berisiko meningkatkan kelebihan berat badan atau obesitas.

Dampak buruk dari obesitas tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan, namun berdampak pada keseluruhan hidup anak. Mengutip dari Alodokter.com, dampak yang ditimbulkan dapat secara fisik, sosial dan emosional.

Dampak secara fisik:

  • Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi
  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit pernapasan
  • Gangguan pola tidur
  • Penyakit perlemakan hati
  • Gangguan pada tulang

Dampak secara sosial dan emosional

  • Gangguan pada perilaku
  • Tidak percaya diri
  • Depresi

Tapi, bila Si Kecil sudah terlanjur mengalami obesitas, bagaimana cara mengatasinya?

Berikut 5 langkah sederhana untuk pencegahan obesitas yang dapat Moms lakukan:

1. Pantau jenis makanan yang dikonsumsi

Makanan manis dan makanan cepat saji (junk food) tentu menjadi favorit Si Kecil ketimbang makanan sehat seperti sayur dan buah. boleh saja Si Kecil makan makanan manis, tapi Moms harus menyeimbangkan jumlah kalorinya.

Selain itu, mengkonsumsi susu memang bagus untuk pertumbuhannya. Namun jangan berlebihan, karena rasa manis pada susu akan bisa meningkatkan diabetes. Berikan air putih sebagai pengganti bila bukan waktunya minum susu.

2. Mulai mengenalkan makanan sehat

Tidak mudah mengenalkan makanan sehat pada Si Kecil, Moms bisa memulai dengan mengenalkan sayur dan buah dalam bentuk yang variatif.

Dari pada membatasi makanan yang berkalori tinggi, upayakan dalam setiap menu yang disajikan setidaknya mengandung sayur-sayuran.

Baca Juga : 6 Resep Enak untuk Si Kecil yang Susah Makan Sayur

3. Atur pola makan

Pada dasarnya, makan besar dilakukan 3 kali sehari. Jika Si Kecil menginginkan cemilan, Moms bisa memberikan buah-buahan sebagai gantinya dan berikan air putih setelah makan.

Durasi makan pun perlu diperhatikan, tidak boleh lebih dari 30 menit. Semakin lama durasi makan, bisa jadi perut Si Kecil malah tidak kenyang. Ini akan menyebabkan ia akan lapar lagi diluar jam makan besarnya.

4. Ajak Si Kecil melakukan kegiatan fisik

Moms, luangkan waktu setidaknya 30 sampai 60 menit untuk melakukan kegiatan fisik bersama-sama. Tidak perlu yang berat-berat, mengajaknya bermain, berlari, atau bersepeda bersama sudah bisa membuat tubuh berkeringat.

Sebisa mungkin Moms harus jauhkan Si Kecil dari kegiatan bermain game seharian atau menonton TV terlalu lama.

5. Beri Si Kecil motivasi dan pujian

Untuk Si Kecil, mungkin hal ini tidak mudah untuk dilakukan. Dukung terus usaha Si Kecil dalam setiap prosesnya. Setelah ia berhasil melakukannya jangan lupa berikan pujian.

Moms juga bisa memberikan hadiah, tapi ingat, bukan hadiah berupa makanan manis. Ajak Si Kecil jalan-jalan berekreasi bersama bisa menjadi hadiah yang tepat. selain bisa bersenang-senang, Moms jadi membuatnya tubuhnya terus aktif bergerak.

 

Nannycare.id adalah yayasan pengasuh anak terbaik di Indonesia. Terdapat 3 layanan dari nannycare yaitu : Nanny, Governess, Newborn Care. Pemesanan Cepat, Harga terbaik tanpa admin dan Garansi tak terbatas. Hubungi sekarang.

Postingan Lainnya

5 Langkah Menghadapi Anak Yang Suka Berkata Kasar

Ketika Si Kecil bicara kasar, tentu Moms penasaran bukan? Dari mana ia mendapatkan kata-kata tersebut dan dari siapa ia belajar bicara seperti itu? Sebagai orang tua, Moms tidak boleh membiarkan hal ini terlalu lama. Sebagai orang tua, Moms harus tegas dalam meluruskan perilakunya dan tidak boleh menganggap remeh hal tersebut.

Manfaat Suka Memelihara Hewan Bagi Anak

Beberapa orang tua sering berpikiran bahwa memelihara binatang itu merepotkan bahkan tidak baik bagi kesehatan dan pertumbuhan Si Kecil. Namun dibalik semua ketakutan itu, memelihara hewan dirumah ternyata memiliki banyak manfaat lho Moms. Apa saja manfaatnya? Yuk, cari tau lengkapnya disini!

Mengenalkan Kebaikan Di Bulan Ramadhan Kepada Anak

Bulan Ramadhan bukan hanya sekedar mengajarkan pada Si Kecil soal menahan lapar dan haus dari pagi hingga petang. Masih banyak hal baik yang bisa dilakukan di bulan penuh berkah dan ampunan ini. Maka dari itu, yuk Moms, mulai ajarkan kebaikan pada Si Kecil dimulai dengan hal-hal sederhana berikut ini.

Anak-Anak Sering Tergoda Saat Berpuasa? Lakukan 5 Cara Ini

Umumnya, anak usia sekolah sudah mulai diajarkan berpuasa oleh orang tuanya. Tapi karena masih pemula, anak-anak sering mengeluh lapar dan haus saat siang hari. Hal ini sebenarnya wajar saja terjadi, namanya juga masih anak-anak. Namun, bukan berarti orang tua tidak bisa menyiasati agar anak kuat berpuasa. Simak 5 tips berikut ini agar anak tidak mudah tergoda saat puasa.

Tips Mengajari Anak Berpuasa Pertama Kali

Meskipun anak-anak belum diwajibkan untuk berpuasa, tidak ada salahnya Moms mengajarkannya Si Kecil sejak dini agar nantinya ia siap saat sudah diwajibkan berpuasa. Lalu bagaimana cara mengajarkan Si Kecil berpuasa sejak dini?